Manajemen Talenta:  Strategi Membentuk Murid Terbaik

Oleh:

UNU NURAHMAN

Pengawas SMA KCD Wilayah VIII Disdik Provinsi Jawa Barat

Sesuai filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantoro, pendidikan sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga keberlangsungan Bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kodrat alam dan kodrat jaman. Kodrat alam merujuk pada konsep bahwa setiap murid memiliki potensi dan kecenderungan bawaan yang unik, yang perlu dikembangkan dan diarahkan dalam proses pendidikan. Sedangkan kodrat jaman terkait bagaimana pendidikan menyesuaikan dinamika perkembangan jaman.

Untuk membentuk murid yang memiliki potensi terbaik maka diperlukan suatu strategi atau rangkaian upaya terencana, terstruktur, dan berkelanjutan yang popular dengan istilah manajemen talenta. Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tanggal 15 Desember 2025 menetapkan Permendikdasmen Nomor 25 tahun 2025 yang mengatur tentang manajemen talenta murid.

Regulasi ini dinilai memperkenalkan kerangka kerja yang lebih terintegrasi dan sistematis, untuk menggantikan Permendikbudristek Nomor 71 Tahun 2024 yang dinilai tidak lagi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan hukum saat ini—sebuah perubahan yang juga menandai pergeseran penekanan ke lingkup pendidikan dasar dan menengah secara spesifik.

Substansi

Penyelenggaraan manajemen talenta murid didasarkan pada tujuan yang jelas dan prinsip-prinsip yang kokoh. Adapun tujuan manajemen talenta murid untuk mengelola mutu dan mempersiapkan talenta murid yang berdaya saing serta melaksanakan prapembibitan dan pembibitan talenta dalam kerangka kebijakan manajemen talenta nasional. Dalam pelaksaanaanya program ini berpegang pada pada empat prinsip utama yaitu berpusat kepada murid, inklusif, kolaboratif dan berkelanjutan.

Murid sebagai fokus utama memiliki kesempatan yang sama sesuai bakat dan minatnya, tanpa membedakan latar belakang, kondisi, karakteristik dengan mempertimbangkan manfaat terbesar bagi pengembangan talenta mereka. Prosesnya dilaksanakan secara terstruktur, konsisten, dan terintegrasi untuk memastikan dampak jangka Panjang serta melibatkan kerjasama yang erat semua elemen masyarakat.

Manajemen talenta murid terdiri dari beberapa tahapan dimulai dengan identifikasi potensi bakat dan minat yang dimiliki oleh setiap murid. Setelah dilakukan pengembangan, murid diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan kemampuan terbaik yang dimiliki. Apresiasi kemudian diberikan sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas kemampuannya dalam bentuk karier belajar, karier bekerja, pembinaan lanjutan dan kesejahteraan.

Tahapan terakhir proses ini adalah kapitalisasi talenta dimana murid dan karyanya diberdayakan untuk berkontribusi dalam penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul bagi bangsa. Pelaksanaan semua tahapan ini dirancang untuk berjalan secara komprehensif, mencakup lingkup berjenjang dari tingkat satuan pendidikan, pemerintah daerah, hingga tingkat nasional, memastikan adanya kesinambungan pembinaan yang sistematis dan terintegrasi.

Seluruh rangkaian proses manajemen talenta murid didukung oleh Sistem Informasi Manajemen Talenta Murid (SIMT Murid). Sistem ini berfungsi sebagai basis data terintegrasi yang berisi data pelaksanaan dari kelima tahapan: identifikasi, pengembangan, aktualisasi, apresiasi, dan kapitalisasi. Data yang terkumpul dalam SIMT Murid menjadi dasar utama bagi perencanaan dan implementasi kebijakan manajemen talenta di masa depan.

Implementasi di sekolah

Pendidikan bermutu untuk semua yang menjadi visi Kemendikdasmen di era Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan adanya pembelajaran mendalam yang berkesadaran, menggembirakan dan bermakna dalam iklim sekolah positif. Untuk mewujudkan hal ini tentunya harus didukung oleh pengelolaan talenta murid di sekolah.

Talenta murid dapat muncul dalam berbagai bidang yaitu akademik, non-akademik dan karakter.

Bidang akademik meliputi literasi (membaca, menulis, berpikir kritis), numerasi (logika, pemecahan masalah), sains, riset dan bahasa. Non akademik terkait olahraga, TIK, organisasi, dan seni. Sedangkan karakter meliputi kepemimpinan, empati dan kepedulian, kedisiplinan dan kerja sama.

Ketika talenta dikenali dan dikembangkan, murid belajar dengan motivasi tinggi, guru mengajar lebih kontekstual, dan sekolah menunjukkan kinerja yang lebih baik. Dalam pendidikan bermutu, manajemen talenta murid merupakan bagian inti dari pengelolaan pembelajaran dan menjadi strategi kunci untuk memastikan bahwa layanan pendidikan benar-benar berpihak pada murid, berkeadilan, dan berdampak nyata pada peningkatan mutu sekolah.

Sekolah melakukan identifikasi berbasis data terkait potensi, minat dan bakat murid melalui beberapa sumber misalnya rapor pendidikan, asesmen diagnostik akademik dan nonakademik, angket minat dan bakat, observasi pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler dan rekam jejak prestasi dan portofolio karya murid.

Talenta murid yang diidentifikasi dikembangkan melalui beberapa aktifitas seperti pembelajaran berdiferensiasi di kelas, pembelajaran proyek berbasis minat (project-based learning), program pengayaan, klub bakat, dan ekstrakurikuler tematik, lomba, pameran, dan ajang unjuk karya. Guru dalam hal ini berperan sebagai coach dan mentor melalui pendampingan individual atau kelompok, dan kemitraan dengan orang tua serta stake holder. Perkembangan talenta murid kemudian dimonitor secara berkala melalui refleksi murid dan evaluasi program sekolah sebagai dasar perencanaan berikutnya.

Pelaksanaan manajemen talenta murid memerlukan kolaborasi dari guru, kepala sekolah dan Pengawas sekolah yang memiliki peran masing-masing. Guru merupakan fasilitator, pengamat potensi, dan pembimbing pengembangan talenta. Sedangkan kepala sekolah menjadi pemimpin pembelajaran yang memastikan kebijakan, budaya sekolah, dan sumber daya mendukung pengembangan talenta murid. Praktik baik (best practice) di sekolah dimotivasi oleh pengawas sekolah melalui pendampingan dan perencanaan berbasis data.

Refleksi

Setiap murid memiliki potensi distingtif yang, apabila dikelola secara tepat, dapat berkembang menjadi talenta unggul bagi dirinya dan bagi bangsa. Seperti peribahasa Belanda “Talent groeit waar het wordt herkend (talenta tumbuh ketika dikenali)”.

Manajemen talenta murid merupakan indikator nyata pendidikan bermutu. Sekolah yang mampu mengelola talenta murid dengan baik akan melahirkan murid yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan bermutu pada akhirnya bukan tentang seberapa seragam hasil belajar, tetapi tentang seberapa optimal potensi setiap murid berkembang.


Comments

Satu tanggapan untuk “Manajemen Talenta:  Strategi Membentuk Murid Terbaik”

  1. tulisan baik pa Unu. sangat menginspirasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *